RINGKASAN
- IHSG Cetak Rekor ATH Baru: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan untuk menembus rekor All-Time High (ATH) baru pada rentang level 8.126 hingga 8.155 pada perdagangan 24 September 2025.
- Fokus Saham ADMR, HRUM, NCKL: Analis merekomendasikan saham sektor komoditas ADMR (batu bara metalurgi), HRUM (nikel), dan NCKL (nikel) karena menunjukkan potensi teknikal yang menarik di tengah kenaikan IHSG.
- Strategi Buy on Weakness: Panduan praktis bagi investor merekomendasikan strategi Buy on Weakness (beli saat harga terkoreksi) untuk saham ADMR, HRUM, dan NCKL dengan target harga dan level stoploss yang terukur.
- Potensi dan Risiko Pasar: Meskipun IHSG sedang dalam tren naik yang kuat, investor diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi dengan level support krusial berada di 8.022 dan 7.971.
IHSG Tembus ATH, Peluang Cuan di Saham ADMR, HRUM, NCKL. Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan kekuatannya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa atau All-Time High (ATH) baru dengan menembus level psikologis 8.125 pada penutupan perdagangan kemarin (23/9). Kini, IHSG berpotensi melanjutkan tren positifnya untuk menguji level resistance kuat di rentang 8.126 hingga 8.155.
Di tengah euforia pasar, para analis menyoroti beberapa saham dari sektor komoditas yang menunjukkan potensi teknikal menarik. Saham-saham seperti ADMR, HRUM, dan NCKL menjadi primadona yang direkomendasikan dengan strategi buy on weakness.
Panduan lengkap ini akan mengupas tuntas proyeksi IHSG, faktor pendorong di baliknya, serta analisis praktis mengenai saham-saham pilihan yang dapat menjadi pertimbangan bagi para investor dan pebisnis.
Table Of Contents
Rekor Baru IHSG Tembus ATH
Pencapaian ATH baru oleh IHSG bukanlah tanpa sebab. Beberapa faktor fundamental dan sentimen pasar menjadi bahan bakar utama yang mendorong laju Indeks Harga Saham Gabungan, antara lain:
- Stabilitas Ekonomi Makro: Dengan data hingga kuartal ketiga 2025, fundamental ekonomi domestik Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi yang terjaga, tingkat inflasi yang terkendali, dan stabilitas nilai tukar Rupiah menjadi fondasi kokoh yang menopang kepercayaan investor.
- Aliran Dana Asing: Kepercayaan investor asing (foreign fund flow) yang kembali masuk ke pasar saham Indonesia menjadi salah satu katalis utama. Stabilitas politik pasca-pemilu dan prospek pertumbuhan jangka panjang menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik di kawasan Asia Tenggara.
- Kinerja Emiten yang Solid: Laporan keuangan emiten-emiten big caps pada semester pertama 2025 yang mayoritas mencatatkan pertumbuhan laba positif turut mendorong optimisme pasar.
- Momentum Harga Komoditas: Kenaikan harga beberapa komoditas andalan, terutama nikel dan batu bara metalurgi, memberikan sentimen positif bagi emiten di sektor terkait.
IHSG Potensi ke 8.155 dan Level Waspada
Menurut analisis teknikal, penguatan IHSG yang disertai dengan peningkatan volume pembelian yang signifikan mengindikasikan bahwa tren naik masih kuat. Para analis memproyeksikan IHSG bergerak dalam skenario best case untuk menguji level resistansi di 8.126–8.155.
Meskipun demikian, investor tetap perlu waspada. Ada skenario worst case di mana IHSG rawan mengalami koreksi teknikal setelah mencapai puncak barunya. Level support (batas bawah) terdekat yang perlu dicermati berada di 8.022 dan 7.971. Jika level ini tertembus, potensi koreksi lebih dalam bisa menuju area 7.383-7.534.
Fokus Saham Pilihan: ADMR, HRUM, dan NCKL
Di tengah potensi kenaikan IHSG, tiga emiten di sektor energi dan mineral menjadi sorotan utama dengan rekomendasi strategi Buy on Weakness (BoW). Strategi ini menyarankan investor untuk membeli saham saat harganya sedang terkoreksi sesaat dalam sebuah tren naik.
1. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
- Profil Singkat: ADMR adalah salah satu produsen batu bara metalurgi terbesar di dunia, yang merupakan bahan baku krusial untuk industri pembuatan baja. Kinerja ADMR sangat dipengaruhi oleh permintaan baja global.
- Analisis Teknikal: Saham ADMR ditutup menguat signifikan sebesar 4,52% ke level Rp1.040, berhasil bertahan di atas rata-rata pergerakan 60 hari (MA60). Ini menandakan adanya potensi penguatan lanjutan.
- Strategi: Buy on Weakness
- Area Beli: Rp1.010 – Rp1.030
- Target Harga: Rp1.070 (terdekat), Rp1.110 (berikutnya)
- Stoploss: Di bawah Rp990
2. PT Harum Energy Tbk (HRUM)
- Profil Singkat: Awalnya dikenal sebagai perusahaan batu bara termal, HRUM telah sukses melakukan diversifikasi bisnis ke sektor nikel. Perseroan memiliki smelter nikel dan konsesi tambang yang menjadikannya pemain penting dalam ekosistem industri baterai kendaraan listrik (EV).
- Analisis Teknikal: HRUM melesat 6,16% ke level Rp1.120 dengan volume pembelian yang tinggi. Posisi ini diperkirakan berada di awal gelombang kenaikan lanjutan.
- Strategi: Buy on Weakness
- Area Beli: Rp1.085 – Rp1.110
- Target Harga: Rp1.200 (terdekat), Rp1.235 (berikutnya)
- Stoploss: Di bawah Rp1.055
3. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
- Profil Singkat: Dikenal juga dengan nama Harita Nickel, NCKL adalah perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi. Sebagai salah satu produsen nikel utama di Indonesia, NCKL menjadi tulang punggung rantai pasok baterai EV global.
- Analisis Teknikal: Saham NCKL ditutup naik 4,72% ke Rp1.110. Pergerakannya yang konsisten di atas MA20 menunjukkan tren jangka pendek yang masih kuat.
- Strategi: Buy on Weakness
- Area Beli: Rp1.080 – Rp1.095
- Target Harga: Rp1.165 (terdekat), Rp1.220 (berikutnya)
- Stoploss: Di bawah Rp1.060
Selain ketiga saham di atas, saham asuransi PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) juga masuk dalam pantauan dengan rating Speculative Buy di area Rp995-Rp1.020.
Penutup
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam momentum yang sangat positif dengan potensi untuk terus mencetak rekor ATH baru menuju level 8.155. Tren ini didukung oleh fundamental ekonomi yang solid dan kinerja positif emiten.
Bagi para investor, momentum ini membuka peluang keuntungan, terutama pada saham-saham di sektor komoditas seperti ADMR, HRUM, dan NCKL yang menunjukkan sinyal teknikal yang kuat.
Namun, euforia pasar harus tetap disikapi dengan bijak. Selalu perhatikan level support dan siapkan strategi manajemen risiko seperti stoploss untuk mengantisipasi potensi koreksi. Keputusan investasi yang didasarkan pada riset mendalam akan menjadi kunci untuk meraih cuan secara optimal di tengah pasar yang dinamis.









