RINGKASAN
- TBIG Jual Saham Treasuri: PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan menjual 350,33 juta saham hasil buyback kepada pemegang saham pengendali, Bersama Digital Infrastructure Asia Pte. Ltd., melalui pasar negosiasi antara Oktober hingga Desember 2025.
- Optimalisasi Aset dan Modal: Tujuan utama aksi korporasi ini adalah untuk efisiensi struktur modal dan optimalisasi aset, dengan mengubah saham treasuri yang non-produktif menjadi dana tunai untuk mendukung operasional dan ekspansi bisnis.
- Asal Usul Saham Buyback: Total saham treasuri ini merupakan akumulasi dari dua periode program pembelian kembali saham yang dilakukan TBIG pada tahun 2023 dan periode 2024-2025.
- Transaksi Afiliasi Sesuai Regulasi: Proses penjualan ini merupakan transaksi afiliasi yang tunduk pada aturan POJK No. 29/2023, di mana mekanisme harga telah diatur untuk memastikan kewajaran dan melindungi kepentingan investor.
Strategi TBIG: 350 Juta Saham Treasuri Dilepas ke Induk, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) kembali menjadi sorotan di pasar modal Indonesia. Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (29/9/2025), emiten menara telekomunikasi ini mengumumkan rencana besar untuk mengalihkan seluruh saham treasurinya. Sebanyak 350.330.400 saham hasil pembelian kembali (buyback) akan dijual kepada pemegang saham pengendali, Bersama Digital Infrastructure Asia Pte. Ltd.
Langkah korporasi ini bukan sekadar transaksi biasa. Ini adalah sebuah manuver strategis yang dirancang untuk mengoptimalkan struktur permodalan dan meningkatkan efisiensi aset perusahaan. Bagi para pebisnis, investor, dan pengamat pasar, memahami detail, latar belakang, serta implikasi dari aksi ini menjadi sangat penting. Mari kita bedah secara lengkap apa arti langkah TBIG ini dan bagaimana dampaknya ke depan.
Table Of Contents
Dari Mana Asal 350 Juta Saham Treasuri TBIG?
Jumlah fantastis 350,33 juta saham treasuri yang dimiliki TBIG tidak muncul begitu saja. Aset ini terakumulasi dari dua periode program buyback yang berbeda, menunjukkan langkah proaktif manajemen dalam merespons kondisi pasar dan mengelola modal.
- Periode Buyback Pertama (2023): Pada periode 4 Mei hingga 3 Agustus 2023, di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi, TBIG melakukan buyback sebanyak 102.046.000 saham. Dari jumlah tersebut, sebanyak 81.585.300 saham telah berhasil dijual kembali pada September 2023. Ini menyisakan 20.460.700 saham dari periode pertama.
- Periode Buyback Kedua (2024-2025): Berlandaskan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29/2023, TBIG kembali menjalankan program buyback yang lebih masif. Dari 31 Mei 2024 hingga 30 Mei 2025, perusahaan mengakuisisi 329.869.700 saham.
Dengan menjumlahkan sisa saham dari periode pertama dan seluruh saham dari periode kedua, didapatkan total 350.330.400 saham treasuri yang kini siap dialihkan.
Mekanisme Penjualan Transaksi Afiliasi di Pasar Negosiasi
Penting untuk dicatat bahwa penjualan saham ini tidak akan dilakukan di pasar reguler yang bisa diakses publik secara langsung. TBIG memilih mekanisme pasar negosiasi dengan pembeli yang sudah ditentukan, yaitu Bersama Digital Infrastructure Asia Pte. Ltd.
Siapakah entitas ini? Ia adalah perusahaan induk investasi (investment holding company) yang juga merupakan pemegang saham pengendali TBIG. Karena hubungan ini, transaksi tersebut dikategorikan sebagai transaksi afiliasi.
Langkah ini memiliki beberapa tujuan strategis:
- Mencegah Volatilitas Harga: Melepas 350 juta saham ke pasar reguler berpotensi menekan harga saham TBIG karena peningkatan suplai yang masif. Dengan menjualnya langsung ke pengendali, stabilitas harga saham di pasar publik lebih terjaga.
- Menunjukkan Kepercayaan Pengendali: Keputusan induk usaha untuk menyerap saham ini merupakan sinyal kuat kepercayaan terhadap prospek jangka panjang TBIG.
- Efisiensi Transaksi: Proses di pasar negosiasi bisa lebih cepat dan efisien untuk transaksi dalam volume besar seperti ini.
Pelaksanaan transaksi ini dijadwalkan akan berlangsung mulai 6 Oktober 2025 dan akan selesai paling lambat pada 31 Desember 2025, yang dapat dilakukan dalam satu atau beberapa tahap.
Tujuan Strategis TBIG Mengapa Langkah Ini Diambil?
Setiap aksi korporasi besar pasti memiliki alasan fundamental. Dalam kasus ini, tujuan utama TBIG adalah efisiensi struktur permodalan dan optimalisasi aset.
Saham treasuri pada dasarnya adalah aset yang “tidur”. Saham ini tidak memiliki hak suara dan tidak menerima dividen. Dengan menjualnya, TBIG mengubah aset non-produktif ini menjadi dana tunai (kas). Kas yang diperoleh dapat digunakan untuk berbagai keperluan strategis, seperti:
- Membayar utang (deleverage) untuk menyehatkan neraca keuangan.
- Mendanai ekspansi usaha atau akuisisi strategis di masa depan.
- Memperkuat modal kerja untuk operasional sehari-hari.
Langkah ini secara efektif mengoptimalkan neraca perusahaan, mengubah saham yang tersimpan menjadi modal likuid yang siap mendukung pertumbuhan bisnis.
Kepatuhan pada Regulasi dan Harga Wajar
Sebagai perusahaan terbuka, TBIG wajib mematuhi regulasi yang ketat. Seluruh proses pengalihan saham ini mengacu pada POJK No. 29/2023 tentang Pembelian Kembali Saham.
Pasal 35 dalam peraturan tersebut mewajibkan TBIG untuk melakukan keterbukaan informasi kepada publik selambat-lambatnya lima hari kerja sebelum transaksi. Hal ini telah dipenuhi.
Mengenai harga, Pasal 32 POJK No. 29/2023 menetapkan pedoman yang jelas untuk melindungi kepentingan semua pemegang saham:
- Harga penjualan tidak boleh lebih rendah dari harga penutupan perdagangan satu hari sebelum tanggal transaksi.
- Sebagai alternatif, harga bisa mengacu pada rata-rata harga penutupan selama 90 hari terakhir sebelum tanggal penjualan.
- Pihak pembeli afiliasi dapat memperoleh diskon maksimal 7,5% dari harga acuan tersebut.
Ketentuan ini memastikan bahwa saham tidak dijual dengan harga yang terlalu murah dan transaksi tetap berjalan pada koridor harga yang wajar, meskipun dilakukan dengan pihak terafiliasi.
Penutup
Rencana PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) untuk menjual 350,33 juta saham treasurinya kepada entitas pengendali adalah sebuah langkah strategis yang cerdas dan terukur. Ini bukan sekadar aksi jual-beli saham, melainkan bagian dari manajemen modal yang cermat untuk masa depan perusahaan. Dengan mengubah aset non-produktif menjadi kas, TBIG mempersiapkan diri untuk menjadi lebih lincah dalam menghadapi tantangan dan menangkap peluang pertumbuhan.
Bagi investor dan pelaku pasar, aksi ini mengirimkan sinyal positif tentang komitmen jangka panjang dari pemegang saham pengendali dan fokus manajemen pada efisiensi serta optimalisasi nilai. Dengan tetap mematuhi koridor regulasi yang ada, TBIG memastikan bahwa langkah besar ini dilakukan dengan tata kelola yang baik dan transparan.










