Inovasi AI & IT Bank Raya (AGRO) Jawab Gempuran Digital

Inovasi AI & IT Bank Raya (AGRO) Jawab Gempuran Digital
Inovasi AI & IT Bank Raya (AGRO) Jawab Gempuran Digital

Inovasi AI & IT Bank Raya (AGRO) Jawab Gempuran Digital. Setiap pemain berlomba untuk menawarkan layanan yang paling cepat, aman, dan relevan bagi nasabah.

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) tidak hanya bertahan, tetapi juga tampil sebagai penantang serius dengan strategi yang berfokus pada penguatan fundamental teknologi dan implementasi cerdas kecerdasan buatan (AI).

Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah respons strategis untuk membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Dengan mengintegrasikan teknologi canggih dari hulu hingga hilir, Bank Raya berambisi menjadi andalan segmen perbankan digital di dalam ekosistem BRI Group.

Investasi pada IT sebagai Prioritas Utama Bank Raya (AGRO)

Sebelum melangkah lebih jauh dengan adopsi AI, Bank Raya memahami pentingnya memiliki fondasi infrastruktur yang kokoh.

Direktur Digital dan Operasional Bank Raya, Lukman Hakim, dalam paparan publiknya menegaskan bahwa perusahaan secara serius berinvestasi pada tiga pilar teknologi utama: big data, cloud infrastructure, dan cybersecurity.

  1. Big Data: Di era digital, data adalah aset paling berharga. Dengan investasi pada big data, Bank Raya mampu menganalisis perilaku nasabah secara mendalam. Ini memungkinkan mereka untuk menciptakan produk yang lebih personal, memahami pola transaksi, dan memprediksi kebutuhan nasabah di masa depan.
  2. Cloud Infrastructure: Migrasi ke infrastruktur awan (cloud) memberikan Bank Raya kelincahan dan skalabilitas. Hal ini memungkinkan bank untuk meluncurkan produk baru dengan lebih cepat, menangani lonjakan transaksi tanpa kendala, dan mengoptimalkan biaya operasional secara signifikan.
  3. Cybersecurity & IT Governance: Kepercayaan adalah mata uang utama di industri perbankan. Bank Raya memperkuat tata kelola IT dan keamanan siber untuk memastikan setiap data dan transaksi nasabah terlindungi dengan standar tertinggi. Infrastruktur digital yang tangguh adalah jaminan bahwa inovasi dapat berjalan beriringan dengan keamanan.

BACA JUGA: Saldo Minimal BCA Prioritas 2025 & Syarat Terbarunya

Bank Raya (AGRO) Berhasil Implementasi AI: Dari “High Tech, No Touch”

Dengan fondasi IT yang kuat, Bank Raya secara agresif menerapkan teknologi AI di berbagai lini operasionalnya. Mengusung prinsip “high tech, no touch”, bank ini berupaya menghadirkan pengalaman perbankan yang mulus, cepat, dan sepenuhnya digital.

1. Revolusi Layanan Nasabah Berbasis AI

  • Proses Onboarding: Untuk membuka rekening tabungan digital, nasabah kini dimudahkan dengan teknologi face recognition dan liveness detection. Proses verifikasi yang biasanya memakan waktu dan memerlukan tatap muka kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit dari mana saja.
  • Penilaian Kredit Cerdas: Dalam penyaluran pinjaman digital, Bank Raya mengimplementasikan automatic credit scoring berbasis AI. Terobosan utamanya adalah pengembangan ABC (Application, Behavior, and Collection) Credit Scoring. Sistem ini mampu menganalisis aplikasi, perilaku, dan kemampuan bayar calon nasabah hanya dalam waktu 15 menit, sebuah lompatan besar dalam kecepatan dan akurasi penilaian kredit.
  • Keamanan Transaksi Real-Time: AI juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan transaksi. Sistem deteksi penipuan (fraud detection system) dan pemantauan limit transaksi (limit monitoring) yang ditenagai AI bekerja secara non-stop untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan dan melindungi nasabah dari potensi kerugian.

2. Peningkatan Efisiensi Operasional Internal

Kecerdasan buatan tidak hanya dimanfaatkan untuk layanan nasabah, tetapi juga untuk mengoptimalkan proses internal.

  • Automasi Proses: Implementasi Robotic Process Automation (RPA) dan AI Voiceboard membantu mengotomatiskan tugas-tugas repetitif, memungkinkan karyawan untuk fokus pada pekerjaan yang lebih strategis.
  • Pemanfaatan Generative AI: Secara internal, Bank Raya telah menggunakan generative AI untuk mempercepat analisis data, membantu penyusunan materi bisnis, hingga mendukung tim IT dalam pengembangan.
  • Dukungan Customer Service: Agen layanan pelanggan kini dibantu oleh AI yang dapat merangkum interaksi nasabah dan memberikan rekomendasi respons. Bahkan, dalam uji coba agentic AI, Bank Raya berhasil menekan pertanyaan berulang hingga 30% dan menghemat waktu kerja agen sekitar 60%.

BACA JUGA: BI Rate Turun, Peluang Emas Bank Tekan Biaya Dana

Kinerja Keuangan yang Tumbuh Impresif

Strategi digital yang dieksekusi dengan baik ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan Bank Raya. Hingga semester I-2025, laba tahun berjalan tercatat mencapai Rp 32,93 miliar, melonjak impresif sebesar 64,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).

Pertumbuhan ini juga tercermin pada rasio profitabilitas yang membaik. Rasio Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 4,91%.

Dari sisi fungsi intermediasi, total kredit tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp 7,28 triliun. Namun, yang paling menonjol adalah pertumbuhan outstanding kredit digital yang meroket hingga 79,2% YoY mencapai Rp 2,62 triliun, membuktikan bahwa strategi digital mereka tepat sasaran.

Penutup

Di tengah persaingan bank digital yang semakin memanas, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) memilih jalur inovasi teknologi yang terukur dan strategis.

Dengan membangun fondasi IT yang tangguh melalui investasi pada big data, cloud, dan cybersecurity, mereka berhasil menciptakan landasan yang solid untuk implementasi AI secara luas.

Dari proses onboarding nasabah yang instan, penilaian kredit super cepat, hingga optimalisasi operasional internal, kecerdasan buatan telah menjadi motor penggerak utama pertumbuhan Bank Raya.

Hasilnya bukan hanya pengalaman nasabah yang superior, tetapi juga kinerja keuangan yang solid dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Langkah-langkah ini memposisikan Bank Raya sebagai pemain yang tidak bisa diremehkan dan siap menjadi pemimpin di arena perbankan digital masa depan Indonesia.

Related Post