RINGKASAN
- Kemitraan Strategis CTTH & Chememan: PT Citatah Tbk (CTTH) bekerja sama dengan raksasa kapur Thailand, Chememan, dengan investasi Rp175 miliar untuk membangun pabrik kapur di Indonesia, di mana Chememan akan memiliki 60% saham di anak usaha CTTH.
- Kapasitas Produksi Besar: Proyek ini menargetkan kapasitas produksi kapur awal sebesar 200 ribu ton per tahun, dengan rencana peningkatan hingga 500 ribu ton, untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang masif.
- Mengurangi Ketergantungan Impor: Langkah ini bertujuan untuk merebut pasar kapur Indonesia yang impor tahunannya mendekati 1 juta ton, sejalan dengan program hilirisasi industri yang dicanangkan pemerintah.
- Diversifikasi Bisnis CTTH: Bagi CTTH, kerja sama ini merupakan langkah diversifikasi strategis dari bisnis inti marmer ke sektor industri kapur yang memiliki permintaan pasar stabil dan terus berkembang pesat.
CTTH & Raksasa Thailand: Ekspansi Kapur Rp175 Miliar. PT Citatah Tbk (CTTH), sebuah nama yang telah lama identik dengan industri marmer premium di Indonesia, secara resmi mengumumkan langkah ekspansi bisnis yang monumental. Melalui kemitraan strategis dengan raksasa produsen kapur asal Thailand, Chememan Public Company Ltd. (CMAN), CTTH siap merambah sektor industri kapur dengan investasi awal mencapai Rp175 miliar.
Langkah ini bukan sekadar diversifikasi bisnis biasa, melainkan sebuah manuver cerdas untuk menangkap peluang pasar domestik yang sangat besar dan mendukung agenda hilirisasi industri pertambangan nasional.
Kemitraan ini diyakini akan mengubah peta persaingan industri kapur di tanah air dan menjadi motor pertumbuhan baru bagi CTTH di masa depan.
Table Of Contents
CTTH & Raksasa Thailand, Kolaborasi Kuat untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
Perjanjian kerja sama bersejarah ini ditandatangani secara resmi pada 6 Oktober 2025 di Kantor Pusat Chememan, Bangkok. Kesepakatan ini mengatur injeksi modal senilai US$10,5 juta atau setara Rp175 miliar (dengan kurs Jisdor Rp16.680) dari Chememan ke dalam anak usaha CTTH, yaitu PT Bukit Bunea.
Melalui penyertaan modal ini, struktur kepemilikan PT Bukit Bunea akan berubah secara signifikan. Chememan akan memegang kendali mayoritas sebesar 60% saham, sementara 40% sisanya tetap berada di bawah kepemilikan PT Citatah Tbk dan Taufik Johannes melalui mekanisme konversi utang pemegang saham.
Presiden Direktur Citatah, Taufik Johannes, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan tonggak sejarah penting bagi perusahaan. “Kemitraan usaha ini menandai era baru bagi sejarah Citatah. Kami tidak hanya memperkuat fundamental, tetapi juga memperluas bisnis ke sektor kapur yang memiliki potensi luar biasa, sehingga menciptakan peluang pertumbuhan baru yang signifikan bagi perusahaan,” jelas Taufik dalam siaran pers resmi, Rabu (8/10/2025).
Target Produksi dan Peta Jalan Ekspansi CTTH & Raksasa Thailand
Fokus utama dari kolaborasi CTTH dan Chememan adalah pembangunan fasilitas produksi kapur (lime) modern dan berkapasitas tinggi. Fasilitas ini akan dibangun di atas lahan konsesi tambang batu kapur berkualitas tinggi seluas 48,8 hektare di Sulawesi yang dimiliki oleh PT Bukit Bunea.
Sebagai tahap awal, fasilitas ini dirancang untuk memiliki produksi kapur dengan kapasitas awal sebesar 200 ribu ton per tahun. Namun, ini hanyalah permulaan. Kedua perusahaan memiliki visi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap hingga mencapai 500 ribu ton per tahun, seiring dengan meningkatnya permintaan pasar.
Proses transaksi dan finalisasi kemitraan ini ditargetkan akan rampung sepenuhnya pada kuartal kedua tahun 2026, atau selambat-lambatnya pada 30 Juni 2026. Setelah itu, pembangunan fasilitas produksi akan segera dikebut untuk memenuhi target operasional.
Mengapa Indonesia Menjadi Medan Pertempuran Baru Bisnis Kapur?
Keputusan Chememan, sebagai pemain kapur terkemuka di Asia dengan operasi di Thailand, Vietnam, India, dan Australia, untuk berekspansi ke Indonesia bukanlah tanpa alasan. CEO Chememan, Adisak Lowjun, memaparkan pandangannya yang sangat optimistis terhadap pasar Indonesia.
Menurut CEO Chememan, Adisak Lowjun, Indonesia merupakan pasar yang berkembang sangat pesat untuk produk kapur dan turunannya. “Data menunjukkan bahwa impor tahunan [kapur] Indonesia mendekati 1 juta ton. Ini adalah ceruk pasar yang sangat besar dan potensial,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adisak menambahkan bahwa kemitraan ini selaras dengan dua strategi utama Chememan. Pertama, untuk memperkuat strategi ekspansi perusahaan di kawasan Asia Pasifik. Kedua, untuk berkontribusi secara aktif terhadap agenda pemerintah Indonesia. “Kami mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh negara Indonesia untuk memperkuat industri hilirisasi pertambangannya dan mengurangi ketergantungan akan impor,” tegas Adisak.
Langkah ini menjadi jawaban langsung atas kebutuhan industri dalam negeri akan pasokan kapur berkualitas yang stabil, yang selama ini banyak dipenuhi dari luar negeri.
Dampak dan Prospek ke Depan
Kolaborasi antara CTTH dan Chememan ini diproyeksikan akan membawa dampak positif berlapis, baik bagi kedua perusahaan maupun bagi industri nasional secara keseluruhan.
1. Bagi CTT
Ini adalah langkah diversifikasi pendapatan yang krusial. Perusahaan tidak lagi hanya bergantung pada siklus bisnis marmer, tetapi memiliki pilar pendapatan baru yang kuat dari sektor industri dasar yang permintaannya terus meningkat.
2. Bagi Chememan
Ini adalah gerbang masuk yang strategis ke pasar terbesar di Asia Tenggara. Dengan menggandeng mitra lokal yang kuat seperti CTTH, Chememan dapat mengakselerasi penetrasi pasar dan navigasi regulasi dengan lebih efisien.
3. Bagi Indonesia
Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas besar ini akan secara signifikan mengurangi volume impor kapur, menghemat devisa negara, dan memperkuat rantai pasok industri dalam negeri (hilirisasi). Selain itu, proyek ini juga akan menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi.
Penutup
Aliansi strategis antara PT Citatah Tbk (CTTH) dan Chememan (CMAN) untuk ekspansi bisnis kapur senilai Rp175 miliar adalah sebuah langkah bisnis yang brilian dan tepat waktu. Ini adalah perpaduan sempurna antara keahlian sumber daya lokal yang dimiliki CTTH dan teknologi serta jangkauan pasar global dari Chememan.
Dengan menargetkan pasar impor yang nilainya sangat besar, kemitraan ini tidak hanya menjanjikan keuntungan finansial bagi kedua entitas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian industri dan perekonomian Indonesia.
Investor dan pelaku pasar akan memantau dengan cermat realisasi proyek ini, yang berpotensi menjadikan CTTH sebagai pemain industrial yang jauh lebih besar dan terdiversifikasi.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.









