RINGKASAN
- Peluang Rebound IHSG: Setelah terkoreksi 1,06% ke level 8.040, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami technical rebound dengan target penguatan menuju rentang 8.200-8.246.
- Strategi Saham Pilihan: Analis merekomendasikan strategi Buy on Weakness (BoW) untuk empat saham unggulan, yaitu BBRI (Bank BRI), DEWA (Darma Henwa), ERAA (Erajaya), dan MEDC (Medco Energi).
- Area Beli BBRI & ERAA: Manfaatkan koreksi pada saham BBRI di area Rp 3.950-Rp 4.070 dan saham ERAA di rentang harga Rp 434-Rp 444 untuk potensi akumulasi.
- Potensi Cuan DEWA & MEDC: Saham DEWA direkomendasikan untuk dibeli saat melemah di area Rp 258-Rp 270, sementara MEDC menarik untuk diakumulasi pada rentang Rp 1.250-Rp 1.285.
- Manajemen Risiko: Investor diimbau untuk tetap disiplin dengan menetapkan batas risiko (stoploss) pada setiap saham untuk mengantisipasi volatilitas pasar yang masih tinggi.
IHSG Rebound? Cermati Saham BBRI DEWA ERAA & MEDC, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi cukup dalam pada perdagangan Kamis, 25 September 2025, dengan merosot 1,06% ke level 8.040. Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual yang signifikan, tercermin dari peningkatan volume penjualan dan penurunan nilai transaksi harian. Meskipun demikian, di tengah tekanan pasar, sejumlah analis melihat adanya peluang teknikal untuk rebound pada akhir pekan ini.
Kondisi ini membuka jendela bagi para investor untuk menerapkan strategi Buy on Weakness (BoW), yaitu membeli saham berkualitas saat harganya sedang terkoreksi. Beberapa emiten yang menjadi sorotan utama karena memiliki potensi penguatan menarik adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
Table Of Contents
Analisis Teknikal dan Proyeksi IHSG
Menurut analisis teknikal dari MNC Sekuritas, pergerakan IHSG saat ini berada dalam dua skenario. Skenario best case (optimistis) menunjukkan bahwa IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dan membentuk wave [iii], dengan target kenaikan menuju rentang level 8.200 hingga 8.246.
Namun, investor juga perlu waspada terhadap skenario alternatif. Terdapat potensi koreksi lanjutan yang bisa membawa IHSG untuk menguji area support kuat di kisaran 7.894 hingga 7.959 sebelum kembali menguat. Untuk perdagangan hari ini, Jumat, 26 September 2025, level support IHSG berada di 8.005 dan 7.840, sementara level resistance terdekat berada di 8.155 dan 8.192.
Melihat adanya potensi penguatan setelah koreksi, strategi Buy on Weakness menjadi sangat relevan. Berikut adalah panduan lengkap mengenai empat saham pilihan yang direkomendasikan.
Cermati Saham BBRI DEWA ERAA & MEDC, Panduan Strategi Buy on Weakness (BoW)
nama-nama bank yang memiliki potensial cuan di hari ini.
1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Saham big caps perbankan ini mengalami koreksi sebesar 2,40% ke level Rp 4.070 pada perdagangan sebelumnya, disertai dengan tekanan jual yang cukup tinggi. Dari sisi teknikal, posisi BBRI diperkirakan sedang berada pada fase akhir koreksi (wave (ii) dari wave [c]), yang mengindikasikan potensi pembalikan arah dalam waktu dekat.
- Area Beli (BoW): Rp 3.950 – Rp 4.070
- Target Harga (Target Price): Rp 4.210 (target 1) dan Rp 4.380 (target 2)
- Batas Risiko (Stoploss): Di bawah Rp 3.890
2. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
Berbeda dengan IHSG, saham DEWA justru menunjukkan performa impresif dengan menguat 6,06% ke level Rp 280, didukung oleh volume pembelian yang solid. Meskipun demikian, analis memperkirakan posisi DEWA saat ini berada di akhir tren kenaikan jangka pendek (wave iii dari wave (v)), sehingga rawan terjadi koreksi sehat. Koreksi inilah yang bisa dimanfaatkan untuk masuk.
- Area Beli (BoW): Rp 258 – Rp 270
- Target Harga (Target Price): Rp 292 (target 1) dan Rp 304 (target 2)
- Batas Risiko (Stoploss): Di bawah Rp 248
3. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
Saham emiten ritel elektronik ini terkoreksi 1,32% ke posisi Rp 448 dengan volume penjualan yang meningkat. Secara teknikal, pergerakan ERAA saat ini diestimasi berada pada fase awal penguatan (wave [ii] dari wave 1). Ini menandakan bahwa koreksi yang terjadi merupakan peluang menarik untuk melakukan akumulasi.
- Area Beli (BoW): Rp 434 – Rp 444
- Target Harga (Target Price): Rp 464 (target 1) dan Rp 482 (target 2)
- Batas Risiko (Stoploss): Di bawah Rp 414
4. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Saham dari sektor energi ini berhasil menguat 1,52% ke level Rp 1.335, ditopang oleh volume pembelian yang cukup baik. Posisi MEDC diperkirakan sedang berada dalam fase konsolidasi sehat (wave (b) dari wave [b]), yang memberikan kesempatan untuk masuk sebelum melanjutkan tren penguatannya.
- Area Beli (BoW): Rp 1.250 – Rp 1.285
- Target Harga (Target Price): Rp 1.400 (target 1) dan Rp 1.445 (target 2)
- Batas Risiko (Stoploss): Di bawah Rp 1.215
Penutup
Pelemahan IHSG yang terjadi pada perdagangan kemarin membuka peluang investasi yang menarik melalui strategi Buy on Weakness.
Meskipun potensi kenaikan menuju level 8.200 terbuka, investor tetap harus disiplin dan waspada terhadap kemungkinan koreksi lanjutan.
Keempat saham yang direkomendasikan BBRI, DEWA, ERAA, dan MEDC memiliki fundamental dan prospek teknikal yang solid untuk dipantau.
Dengan mencermati area beli yang ideal dan menerapkan manajemen risiko yang ketat melalui pemasangan level stoploss, investor dapat memaksimalkan potensi keuntungan di tengah dinamika pasar yang fluktuatif. Keputusan investasi yang bijak, didasarkan pada analisis yang cermat, adalah kunci untuk meraih cuan di pasar modal.









