RINGKASAN
- Kinerja Finansial Solid: INPP menunjukkan pertumbuhan impresif pada Kuartal II/2025, dengan pendapatan naik 57% menjadi Rp872,11 miliar dan laba bersih meroket 59% menjadi Rp500,89 miliar, didorong oleh penjualan properti seperti Antasari Place.
- Strategi Hadapi Rohana & Rojali: INPP mengubah mal dari pusat belanja menjadi pusat pengalaman (experience hub) dengan menggelar event rutin dan fokus pada specialty store untuk meningkatkan durasi kunjungan dan mendorong belanja impulsif.
- Fokus pada Tenant Gaya Hidup: Perusahaan secara strategis mengurangi ketergantungan pada department store dan lebih memilih specialty store yang menawarkan produk unik, sehingga menghasilkan yield sewa per meter persegi yang lebih tinggi.
- Ekspansi Proyek Masa Depan: INPP melanjutkan ekspansi agresif dengan konsep pusat gaya hidup modern di berbagai kota besar, termasuk perluasan 23 Paskal Bandung, serta pengembangan proyek baru di Jakarta (Antasari Place), Semarang, dan Balikpapan.
INPP Ubah Fenomena Rojali Rohana Jadi Mesin Laba Baru, muncul sebuah fenomena sosial yang akrab di telinga masyarakat urban Indonesia “Rohana dan Rojali”. Akronim dari “Rombongan Hanya Nanya” dan “Rombongan Jarang Beli” ini merujuk pada pengunjung mal yang datang untuk bersosialisasi, menikmati suasana, namun tidak melakukan transaksi pembelian. Bagi banyak pengelola pusat perbelanjaan, fenomena ini dianggap sebagai tantangan yang menggerus potensi pendapatan.
Namun, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) melihatnya dari sudut pandang berbeda. Alih-alih menganggapnya sebagai ancaman, emiten properti ini justru merumuskan strategi cerdas untuk mengubah keramaian non-transaksional menjadi sumber keuntungan yang berkelanjutan.
Panduan ini akan mengupas tuntas bagaimana INPP tidak hanya bertahan, tetapi juga berjaya dalam menghadapi fenomena Rohana dan Rojali, didukung oleh kinerja finansial yang solid dan ekspansi yang terukur.
Table Of Contents
Membedah Kinerja Finansial Impresif INPP
Sebelum menyelami strateginya, penting untuk melihat fondasi kekuatan INPP. Data terbaru menunjukkan bahwa perusahaan ini berada dalam posisi yang sangat sehat. Pada Kuartal II/2025, INPP berhasil mencatatkan kinerja gemilang dengan pendapatan sebesar Rp872,11 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 57% secara tahunan (Year-on-Year).
Lonjakan pendapatan ini tidak hanya berhenti di situ. Laba bersih perusahaan meroket hingga 59% menjadi Rp500,89 miliar. Salah satu pilar utama kesuksesan finansial ini adalah kesuksesan penjualan unit di Antasari Place, sebuah proyek properti terpadu di Jakarta Selatan. Kinerja solid ini memberikan INPP modal dan kepercayaan diri untuk mengeksekusi strategi jangka panjangnya dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen.
3 Jurus Jitu INPP Mengelola Fenomena Rojali dan Rohana
INPP tidak melawan arus, melainkan memanfaatkannya. Mereka sadar bahwa mal kini bukan lagi sekadar tempat berbelanja, melainkan “third place” atau ruang ketiga setelah rumah dan kantor.
Berikut adalah tiga strategi utama yang mereka terapkan:
1. Transformasi Mal Menjadi Panggung Pengalaman (Experience Hub)
Strategi inti INPP adalah menggeser fokus dari pusat transaksi menjadi pusat pengalaman. Sadar bahwa “Rojali” datang untuk mencari suasana dan hiburan, INPP secara rutin menggelar berbagai event menarik mulai dari konser musik, pameran seni, workshop, hingga festival kuliner.
Tujuannya jelas menjaga traffic pengunjung tetap tinggi. Ketika pengunjung datang untuk sebuah event, mereka cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di mal.
Durasi kunjungan yang lebih lama ini secara psikologis membuka peluang lebih besar untuk melakukan pembelian impulsif, entah itu membeli minuman, makanan ringan, atau produk dari tenant yang menarik perhatian mereka saat berjalan-jalan.
Mal-mal INPP seperti 23 Paskal Shopping Center di Bandung dan Beachwalk di Bali telah menjadi contoh sukses dari pendekatan ini.
2. Optimalisasi Tenant Mix Specialty Store
INPP secara sadar mengurangi ketergantungan pada department store format besar dan beralih ke specialty store. Toko-toko khusus ini menawarkan produk unik dan pengalaman berbelanja yang lebih personal, yang tidak mudah ditemukan di tempat lain atau secara online.
Specialty store seperti toko hobi, butik fesyen lokal, gerai kosmetik dengan layanan konsultasi, atau toko perlengkapan olahraga premium memiliki daya tarik tersendiri.
Mereka menyasar segmen pasar yang lebih spesifik dan sering kali berhasil mengubah pengunjung yang “hanya lihat-lihat” menjadi pembeli karena keunikan produknya.
Bagi INPP, model ini juga lebih menguntungkan karena yield sewa per meter persegi dari specialty store cenderung lebih tinggi dibandingkan department store konvensional.
3. Ekspansi Proyek Agresif dengan Konsep Gaya Hidup
Berbekal fundamental keuangan yang kuat, INPP terus melanjutkan agenda ekspansinya dengan keyakinan penuh pada konsep mal modern. Rencana Ekspansi Proyek mereka mencakup beberapa lokasi strategis, antara lain:
- Perluasan 23 Paskal Shopping Center di Bandung: Memperkuat posisinya sebagai destinasi gaya hidup utama di Jawa Barat.
- Pengembangan Antasari Place di Jakarta Selatan: Mengintegrasikan hunian vertikal dengan area komersial yang premium.
- Pengembangan 23 Semarang Shopping Center: Menangkap potensi pasar di ibu kota Jawa Tengah yang terus berkembang.
- Pengembangan kawasan gaya hidup di Balikpapan: Membidik pertumbuhan ekonomi di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Semua proyek baru ini dirancang dengan DNA yang sama sebagai pusat gaya hidup yang memadukan ritel, F&B (makanan dan minuman), hiburan, dan ruang komunal. Ini adalah jawaban langsung INPP untuk memenuhi kebutuhan generasi baru yang mencari lebih dari sekadar tempat berbelanja.
Penutup
Kisah PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) memberikan pelajaran berharga bagi para pengusaha, CEO, dan pelaku bisnis di Indonesia. Fenomena Rohana dan Rojali bukanlah akhir dari era pusat perbelanjaan, melainkan sebuah sinyal kuat untuk berevolusi.
INPP telah membuktikan bahwa dengan memahami perubahan perilaku konsumen secara mendalam dan berani beradaptasi, tantangan terbesar sekalipun dapat diubah menjadi peluang pertumbuhan.
Melalui kombinasi strategi yang fokus pada pengalaman, kurasi tenant yang cerdas, dan ekspansi yang visioner, INPP tidak hanya berhasil menghadapi fenomena ini tetapi juga menjadikannya bagian dari model bisnis mereka yang sukses dan menguntungkan. Di era di mana keramaian tidak selalu berarti transaksi, INPP menunjukkan cara untuk tetap meraup “cuan” dengan menjadi relevan.









