Membuat Profesional Video LinkedIn

Hello Mboton Dev akan membahas mengenai cara membuat video linkedln biar brand penjualan kita kelihatan professional untuk di pasarkan dan menarik para pembeli anda sobatku Mboton Semua Dea Cara kita Mulai dengan Mengaudit Konten Video Linkedln

Penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan keahlian adalah dua hal sangat penting sekali yang dibutuhkan orang untuk mempercayai sebuah brand penjualan. Dan dengan video, kamu bisa mendapatkan keduanya secara efektif penjualan. Video adalah sebuah agen pembangun kepercayaan yang baik.

Video jauh lebih serba guna untuk menarik para pembeli anda loo sobat jika dibandingkan sekedar tulisan saja Dari pengalaman Mboton Dev, karena bisa membantu kamu menyampaikan pesan secara audiovisual. Selain itu kamu bisa menampilkan “produk kita” dari brand yang kamu miliki saat ini. dengan membuat video yang sangat tepat untuk halaman LinkedIn, kamu bisa memanusiakan brand dan meningkatkan rasa percaya pelagan dan customer yang tentunya bisa membantu meningkatkan penjualan untuk naik level penjualan.

Sebuah strategi marketing professional untuk mebuat konten video LinkedIn tidak sesederhana “shooting dan mengunggahnya” saja. Terutama jika kamu sudah pernah membuat video sebelumnya dan belum bisa menghasilkan target yang diinginkan. Disini kamu harus lebih strategis waktu membuat rencananya lebih tepat.

Meskipun video merupakan konten yang serba guna, namun seperti konten marketing yang lainnya, dia tetap harus memiliki funnel yang jelas dan tepat sasaran untuk meningkatkan penjualan. Buat kamu yang masih asing dengan istilah funnel, bisa diartikan funnel adalah alur atau skema marketing (Penjualan).

Langkah Pertama

yang harus dilakukan adalah menemukan celah apa yang kurang pada funnel tersebut. Berikut ini adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk menemukan apa yang kurang dari funnel milikmu.

Mengaudit Konten Video yang Telah Kamu Miliki

Mulai langkah ini dengan mengumpulkan konten foto bisa dijadikan video yang telah kamu produksi sebelumnya dan cari tahu pada bagian funnel mana video tersebut cocok untuk tema warna design agar kelihatan menarik. Meski terkadang ini terdengar membosankan, namun penting untuk mengetahui tujuan apa yang bisa dicapai dengan video-video tersebut. Untuk lebih jelas, kamu bisa membaginya seperti ini.


1. Konten untuk bagan funnel pertama Temukan jenis video yang bisa membantu calon customer lebih percaya untuk daya Tarik para pembeli atau mengetahui letak permasalahan yang mereka temukan.

2. Konten untuk bagan funnel bagian Kedua Untuk funnel bagian tengah, kamu bisa mengelompokkan foto atau video yang memberikan solusi-solusi terkait product anda agar terlihat rapi dan profesional. Nah, disini kamu bisa menawarkan salah satu solusi terbaik dari beberapa solusi yang kamu informasikan.

3. Konten untuk bagan funnel  ketiga Pada bagan paling bawah, adalah bagian dimana video ditujukan untuk mengkonversi penonton menjadi seorang pembeli. Salah satu contoh video yang masuk ke dalam bagan ini adalah video testimonial kita pernah kirim dimana saja atau cod di tempat pembeli dimana saja tentang penggunaan produk kamu.


Mengaudit Persaingan

Sebelum dirilis kita harus menganalisa agar tidak ada kesalahan saat menggedit atau memasukan video tersebut oleh kompetitor kamu atau yang membuat video tersebut. Cari tahu video mana saja yang termasuk pada bagan atas, bagan tengah, dan bagan bawah. Selanjutnya, hitung jumlah likes, shares, dan komentar yang didapatkan video-video tersebut kalua sudah di rilis mencapai target berapa yang sukai.

setelah kamu selesai mengaudit video-video tersebut kamu akan dengan mudah menemukan jenis video LinkedIn apa yang mereka buat. Kemudian juga bagaimana mereka menyampaikan pesan yang relevan untuk para customer yang berada pada bagan funnel tertentu. Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana video tersebut bisa mendorong calon pembeli untuk memasuki bagan funnel yang lebih lanjut agar produk kita terbeli.

Memilih Jenis Video LinkedIn.

Video LinkedIn tidak terbatas pada format yang sudah populer misalnya live streaming atau iklan. kamu bisa bereksplorasi lebih pada video dengan jenis lain misalnya podcast atau video tutorial sangat bebas untuk memilih video. Berikut ini beberapa adalah beberapa contoh video yang bisa kamu buat untuk mempromosikan brand kamu di LinkedIn.

Live Video

Live video atau video yang ditayangkan secara langsung sedang berkembang teknologi sangat pesat beberapa tahun belakangan ini. Dan bahkan berdasarkan sebuah survei menunjukkan bahwa 80% orang lebih memilih menonton live streaming dibandingkan membaca blog atau membaca. Video langsung di LinkedIn bisa membantu kamu untuk lebih dekat dengan customer pembeli. Hal ini karena kamu berkesempatan langsung untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan selama live streaming berlangsung.



Video Tutorial

Video dengan jenis instruksional sangat efektif merupakan jenis video yang paling banyak dicari di internet di jaman sekarang. mengunggah video tutorial di media LinkedIn adalah sebuah langkah yang pintar. Hal ini karena pengguna LinkedIn merupakan orang-orang yang haus akan informasi dan mempunyai ide-ide yang cermerlang.


Video Interview

Jenis video yang satu ini termasuk video yang sedang banyak disukai oleh kalangan masyarakat. Contoh video interview adalah podcast milik Artis sangat popular di Indonesia adalah seorang bernama Deddy Corbuzier. Jenis video seperti ini sedang naik daun dan bisa dengan mudah mengangkat brand kamu di LinkedIn.

Optimal Video Anda

Setelah kamu menentukan jenis video LinkedIn yang akan dibuat, kamu bisa mengikuti tujuh tips agar lebih optimal cara ini sangat mudah dan harus anda lalui.

Menggunakan LinkedIn Native Video

Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa native video diprioritaskan oleh LinkedIn dari pada video yang berasal dari platform lain. Namun beberapa pendapat menunjukkan bahwa algoritma LinkedIn lebih condong mengoptimalkan video native mereka sendiri dan pembuatan kita sendiri lebih optimal untuk di baca algoritma google atau linkedln sendiri.

Apa itu video native? Video native adalah jenis video yang diunggah ke platform secara langsung. Bukan melalui link, misalnya link YouTube yang dibuatkan post tersendiri pada platform lain misalnya LinkedIn.

Meskipun kamu mungkin sedang membangun channel pada platform lain, usahakan untuk membuat versi LinkedIn tersendiri. Hal ini akan memudahkan penonton untuk menikmati konten kamu pada LinkedIn tanpa harus berpindah ke platform lain.

Copywriting

copywriting lebih banyak membantu sekali. Riset yang dilakukan LinkedIn menunjukkan bahwa sebanyak 54% orang menonton video karena tertarik headline atau judul tepatkan sasaran. Sedangkan 52% dari populasi terpengaruh pada deskripsi video.

Menambahkan Captions

Apakah kamu tahu bahwa sebanyak 80% orang menonton video LinkedIn tanpa menggunakan suara? Ini artinya banyak orang yang tertarik pada video yang memiliki captions atau terjemahan.

Kesimpulan

Membuat video LinkedIn dengan efektif dapat meningkatkan pengetahuan audiens terhadap brand milikmu. Seorang marketing yang baik tentunya tidak akan melewatkan kesempatan ini, namun cara ini dapat meningkatkan awareness.

Pastikan video yang kamu buat tetap relevan dengan brand yang kamu miliki atau sedang kamu tangani. Sampaikan nilai atau penawaran terbaik untuk penonton video kamu. Dan yang terakhir jangan lupa untuk tetap terhubung dengan mereka, sehingga para penonton tetap berada pada jalur yang tepat di funnel pemasaran milikmu. Selamat mencoba!

Terima kasih Dari Admin MbotonDev

Membuat Profesional Video LinkedIn Membuat Profesional Video LinkedIn Reviewed by Mboton on 10/22/2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.